Selasa, 13 Oktober 2015

#Mita'sDiary - ~*. Dalam Kesendirianku di Penghujung Senja .*~

~04052011~

Semilir angin senja menerpa wajahku yang terpaku.
Nanar, kupandangi langit kosong yang semburatkan awan gulita.
Hamparan kabutpun mulai turun dan selimuti hatiku,

senyap,
tanpa suara,
tanpa keluhan.

Aku kembali menyibak tabir di ujung senja ini,
dalam kesendirianku yang kesekian kalinya,
kubiarkan pikiranku memecah segala beban,
kubiarkan bibir ini tetap terbungkam,
akan tetapi mata hatiku bisa melihat apapun dengan jelas.

Tetapi kenapa lagi, lagi, lagi, dan lagi?
Kosong, kawan!
Mendung itu luruh membawa hujan badai turun ke hatiku.
Sesak,
sesak,
sesak.

Hentikan!!!
Ini tak lagi renungan, aku diperbudak asaku yang patah.
Jangan!!
Aku tak boleh melamun dan marah

Aku sendirian,
dengan sedikit sendu kubiarkan mataku berkaca-kaca.
Tapi jangan, air mata ini bukanlah jawaban.
Untuk apa lagi kutangisi kekejaman dunia dan orang-orang?

Kali ini
Sisi kerapuhanku tidak boleh mendominasi.
Jangan!!
Terlampau sering aku menangis.
Terlampau sering aku mengeluh.

BERSYUKURLAH,
TERSENYUMLAH,
IKHLASKAN HATIMU,
BIARKAN BEBAN-BEBAN ITU MENGUAP.

Astaghfirullahal'adziim.

Kenapa aku tiba-tiba begini?
Oh Rabb, jangan biarkan aku terus bertanya.
Jangan biarkan aku terus menanyakan kenapa kesedihan tak pernah mau lepas dari hidupku?

Aku selalu yakinkan diri,
. . .
akan kulatih hatiku ini siap menerima apa saja.

InsyaALLAH.
InsyaALLAH.

HASBUNALLAH WA NI'MAL WAKIIL..

***

Postingan Ulang dari Note Fesbukku
oleh : Ramita Zurnia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar